Penjual Kendaraan Premium Keluhkan Sikap Pemerintah
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
via Lihat Photo Lala Disini
Informasi untuk pembaca di Indonesia
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Rabu, 01 Juli 2015 11:35 WIB
MotoGP
Penulis : Niko
Foto : www.motorsport.com
Selalu ditunggu-tunggu kembalinya Casey Stoner ke balapan kelas para raja. Setelah pensiun dari MotoGP musim 2013 dan Juara Dunia MotoGP dua kali (2007 dan 2011), Casey dihubung-hubungkan dengan pengganti Dani Pedrosa di kubu Repsol Honda tahun depan. Tapi, Casey kasih sinyal. Casey Stoner bilang balapan GP500 yang sejati.
“Memang, saya mau kembali balap kalau balapan sekarang seperti era emasnya GP500 dengan pembalap sejati kayak Doohan, Rainey, Schwantz, Gardner dan Lawson. Balapan sekarang payah,” bilang Casey.
Wajar kalau Casey Stoner bilang balapan GP500 yang sejati. Pembalap yang punya satu puteri ini memang mundur karena alasan sudah sangat bosan dengan racing MotoGP. Aturan yang berubah-ubah jadi salah satu factor dia mundur.
Tapi, Agustus nanti Casey akan kembali mengaspal di Suzuka 8 Hours, Jepang yang satu team dengan Michael van der Marks dan Takumi Takashi. Ketiganya membawa tim Honda. (http://ift.tt/1pqgDTh)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Rabu, 01 Juli 2015 08:00 WIB
MPM Honda
Penulis : Candra
Foto : Candra
Kegiatan ini merupakan bentuk lain kepedulian PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM), main dealer Honda untuk wilayah Jatim dan NTT kepada komunitas motor Honda selain pembinaan berorganisasi dan pelatihan safety riding. Kali ini MPM Honda kasih pelatihan jurnalistik dan fotografi untuk komunitas.
“Pelatihan ini penting karena kami mengharapkan komunitas dapat mengomunikasikan kegiatan positifnya melalui web atau blog masing-masing. Untuk itu komunitas harus mengetahui tentang kode etik jurnalistik dan fotografi,” buka M. Bondan Priyoadi, Honda Customer Care Center Head MPM.
MPM Honda kasih pelatihan jurnalistik dan fotografi untuk komunitas dilaksanakan Sabtu lalu (27/6) yang diikuti 37 peserta dari 24 klub/komunitas yang tergabung dalam SHC (Surabaya Honda Community). “Heading sangat penting karena dari sinilah pembaca akan tertarik untuk mulai membaca tulisan kita,” ujar Indra sebagai pembicara dari Otoplus.
Selanjutnya para peserta diberi kesempatan untuk praktik dengan melakukan pemotretan. “Saya pribadi mendapatkan banyak tambahan ilmu dari pelatihan ini yang akan sangat berguna untuk web blog kami,” tutur Prio dari Verza 150 Surabaya. (http://ift.tt/1pqgDTh)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Rabu, 01 Juli 2015 07:39 WIB
Suzuki Satria F-150
Penulis : Fian
Foto : Fian
I Gede Purnaka merasa power Suzuki Satria F-150 standar kurang memuaskan. Karena itu, dia coba upgrade performa Suzuki Satria F 150 jadi 18 hp untuk harian. “Maklum motor ini andalan saya. Dari mulai dipakai kerja, turing bareng komunitas, hingga fun race di sirkuit. Makanya, saya coba upgrade mesinnya agar larinya ngacir,” buka lajang dari di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini.
Saat motor didyno di bengkel Sportisi Motorsport di Rawamangun, Jakarta Timur, mesin Dynojet 250i buatan Amerika mencatat tenaga maksimum Satria F-150 ini mampu mengail 18,11 dk pada putaran 9.800 rpm. Torsi puncaknya 14.47 Nm di 7.500 rpm. Kenaikan tersebut cukup besar, mengingat standar pabriknya hanya 12,5 dk dan 11,72 Nm.
Nah, pengen tau upgrade performa Suzuki Satria F 150 jadi 18 hp untuk harian?
BORE UP & STROKE UP
Untung Pangestu, mekanik Vokus Maju Motor (VMM) di Jl. Layur No. 24, Pulo Gadung, Jakarta Timur, kapasitas silinder dibore up hingga 218 cc. Upgrade performa Suzuki Satria F 150 jadi 18 hp untuk harian bukan cuma gedein diameter piston doang pakai punya Kawasaki Eliminator (68 mm).
“Stroke standar motor yang hanya 48,9 mm, saya naikin juga jadi 60 mm alias naik 11,1 mm dari standarnya. Itu bisa tercapai lewat penggeseran big end sejauh 5,55 mm,” terang mekanik asli Tegal, Jawa Tengah ini. Tapi, agar pucuk piston gak terlalu nongol dari boring, setang seher diganti pakai punya Scorpio yang lebih pendek 2 mm. Lubang pen sehernya 16 mm, pas dengan seher Eliminator.
“Plus kruk as dikasih bandul timah biar lebih balance,” tambah Untung. Dengan ubahan tersebut, saat diburet kompresi mesin terukur hanya 11,2 : 1. Sengaja dibikin tidak terlalu tinggi biar tetap aman buat harian dan masih ideal nenggak Pertamax.
PENGAPIAN
Untuk sektor pengapian, Untung masih mempercayakan magnit standar pabrik. Tapi, sedikit dibubut agar bobot lebih enteng. “CDI diganti produk aftermarket, berlebel Kitty Racing aseli Thailand, dikawinkan koil ori Yamaha YZ125. Pelentik api di ruang bakar dipercayakan pada busi iridium TDR Racing,” bebernya.
NOKEN AS
Mekanisme buka-tutup klep alias noken as, disetting ulang, profilnya jadi berdarasi total 262,5 derajat. Dengan rincian durasi in dibikin 260 derajat, yang mulai buka klep di 25 derajat sebelum TMA dan menutup 55 derajat setelah TMB. Sedang ex-nya diset berdurasi 265 derajat, yang buka klepnya membuka di 57 derajat sebelum TMB dan closing di 28 derajat setelah TMA.
KARBURATOR
Pengabut bahan bakar bawaan yang model vakum, dianggap udah enggak lagi mumpuni buat melayani kapasitas mesin yang membengkak. Sebagai gantinya, dipasang karburator Keihin PE28, dengan settingan pilot jet 45 dan main jet 125.
KOPLING
Agar gigitan kopling makin oke, kampas kopling standar ikut dilengserkan. Sebagai gantinya, dipasangkan satu set kampas kopling Suzuki RGR. “Kampas kopling RGR cengkramannya lebih kuat dari standarnya,” tutup Untung sembari bilang per kopling pakai merek Helios. (http://ift.tt/1pqgDTh)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Rabu, 01 Juli 2015 07:00 WIB
Komunitas Wild Offroader
Penulis : Ketut
Foto : Ketut
Dari namanya ketahuan, doyan off-road dan nyusruk adventure-nya para scramblers! Mereka mengusung nama Wild Offroader, komunitas off-road asal Uluwatu, Jimbaran, Bali. Komunitas ini sudah berdiri sejak tahun 2012. Sipnya Komunitas Wild Offroade Bali tanpa batas.
Maksud Komunitas Wild Offroade Bali tanpa batas, silakan gabung tanpa perlu khawatir dengan merek dan tipe motor. “Life members 34 anggota dari seputaran Uluwatu,” jelas I Putu Darmayasa, selaku Ketua Wild Offroader.
“Untuk aktivitas selain even-even off-road seputaran Bali. Kita juga rutin kumpul setiap minggu sore sekedar ngecek skill dan menikmati lansekap di seputaran bukit Jimbaran dan Uluwatu,” tambah Darma sapaan akrabnya.
Soal aktivitas, mereka concern safety. Semua life members wajib pakai safety gear yang pas untuk masuk jalur. Semuanya wajib pakai perlengkapan standar juga kostum untuk adventure,” tegas Darma lagi.
Soal motor yang bakal disemplak, tentunya bervariasi. Life member boleh pakai bergenre trail semisal KLX atau motor scrambler built up. Nggak menutup kemungkinan juga motor-motor biasa yang sudah dimodifikasi untuk nyusruk di medan sulit. “Motor matic juga oks,” jelas mereka.
Sekarang ini, mereka sedang mebuka diri mencari member lain agar komunitas makin berkembang pesat. Persyaratan seperti tertera di atas dan bisa nyaman diantara rekan-rekan lainnya. Supaya makin jelas, silakan aja hang out, sowan ke mereka di tempat tongkrongan di seputaran Jimbaran. Gampangnya, silakan telepon aja deh di 0818-0567-1829. Itu nomor milik Darma. (http://ift.tt/1pqgDTh)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Rabu, 01 Juli 2015 06:07 WIB
KYT Strike Eagle
Penulis : Uje
Foto : Uje
PT Tarakusuma Indah selaku produsen Helm KYT memperkenalkan produk terbarunya. Yakni, tipe KYT Strike Eagle untuk para pembalap maupun pehobi pacuan garuk tanah. KYT Strike Eagle helm cross berat 1 kg.
KYT Strike Eagle terbuat dari material Tri-Fiber composite yang merupakan perpaduan dari kevlar, carbon fiber dan resin. “Material berkualitas tersebut membuat bobot helm ini menjadi sangat ringan, kurang dari 1 kg. Namun, jauh lebih kuat dari bahan plastic biasa,” ucap Simon Mulyadi, Manajer Promosi PT Tarakusuma Indah.
Kelebihan lainnya, KYT Strike Eagle helm cross berat 1 kg dirancang dengan ergonomis. Sehingga, cocok dengan seluruh kepala. Selain itu, lubang ventilasinya mudah dibongkar pasang untuk memastikan sirkulasi udara di dalam helm tetap terjaga. Ditambah lagi, bagian busa pipi yang nyaman serta mudah dilepas dan dicuci.
Helm KYT Strike Eagle ini memiliki standar ECE dan digunakan oleh para pembalap Motocross dunia seperti Christope Charlier, Romain Febvre dan Filip Bengtsson. Helm cross dengan standar Internasional ini dibanderol Rp 3,2 juta – Rp 3,5 juta. (http://ift.tt/1pqgDTh)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Rabu, 01 Juli 2015 05:34 WIB
Yamaha Scorpio-Z 2013 (Tegal)
Penulis : Andika
Foto : Andika
Mohamad Noorfahmi tinggal disebelah Utara Gunung Selamet, Jawa Tengah. Tepatnya di daerah Lokawisata Guci, Tegal. Kontur geografis yang naik turun khas pegunungan bikin doi kesengsem sama olahan modifikasi Yamaha Scorpio Z gaya Street Tracker (ST). Sebab, modifikasi dengan gaya ini membuat motor lebih fungsional untuk dipakai daily use.
Makanya, Siswo Winoto dari rumah modifikasi Win’s Paddock (WP) Purwokerto, Jawa Tengah, Yamaha Scorpio Z gaya Street Tracker dengan genre dua alam ini. Bodinya kental dengan nuansa semi flat track ditambah ban pacul gaya tracker motocross. Namun, sisi fungsional jalan raya tetap dominan dari sisi keselamatan berlalu lintas. Misalnya, kelengkapan lampu dan spion.
TANGKI
Menganut Yamaha Scorpio Z gaya Street Tracker, modifikator gaul disapa Wiwin ini membuat tangki dengan dimensi kecil. Materialnya menggunakan fiberglass sebagai bahan baku utama. Bentuk klasik terlihat dominan dengan kentalnya nuansa lengkungan jadul pada bagian atas tangki. Nah untuk bagian bawah tangki disesuaikan dengan tulang main frame Scorpio tentunya.
SUB FRAME
Olahan sub frame belakang memakai pipa 22,5 mm. Konstruksinya dibuat sederhana dengan model klasik. ”Seperti dudukan bagian bawah langsung dilas pada bagian belakang sasis mesin. Untuk sub frame atas mengikuti sasis lama, hanya saja dibuat lebih pendek,” yakin modifikator yang punya workshop di Jl. Sunan Ampel No. 11, Pabuaran, Purwokerto, Jawa Tengah ini.
BODI
Gaya ST ini memang berkiblat pada desain motocross lawas. Tak heran untuk bagian boks aki juga dibuat model jadul. Materialnya serupa dengan tangki, yaitu fiberglass. Termasuk untuk sepatbor depan-belakang dengan model simple. Cover lampu depan dibuat multifungsi sebagai tameng nomor sekaligus dudukan headlamp.
KAKI-KAKI
Konsep kaki bergaya tracker nampak terlihat pada pilihan ban pacul. Kedua roda memakai pelek TK ukuran 2.50x18” yang dibalut ban Maxxis 120/100-18. Untuk sok depan, nuansa old school tersirat dari bentuk teleskopik Yamaha Byson yang besar. Nah untuk buritan dibuat kekar dengan lengan ayun handmade model konvensional dobel sok, bukan modern seperti bawaan Yamaha Scorpio yang sudah monoshock. (http://ift.tt/1pqgDTh)
DATA MODIFIKASI:
Ban : Maxxis 120/100-18
Pelek : TK 2.50X18
Sok belakang : YSS
Knalpot : Custom
Setang : Kawasaki Z-250
Swing arm : Handmade
Rantai : Osaki
WP : 0815-4888-6755
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Namun, membeli mobil bekas juga perlu ketelitian. Sebab, tak sedikit di antara pembeli yang merasa kecewa lantaran mobil yang dibelinya tidak dalam kondisi prima alias bermasalah.
Menurut Hermanto, pengusaha mobil bekas di wilayah Depok, Jawa Barat, membeli mobil bekas memang susah-susah gampang. Maka itulah diperlukan ketelitian, karena banyak mobil dengan kualitas buruk disulap sedemikian rupa oleh penjual nakal agar menjadi mempesona.
"Beberapa masalah yang kerap ditemui pembeli mobil bekas ialah mobil bekas banjir, bekas tabrakan, hingga surat-surat atau dokumennya yang bermasalah. Makanya, jangan dilihat dari luarnya saja, perlu juga teliti," ujar Hermanto saat berbincang dengan VIVA.co.id.
Kata Hermanto, sebelum membeli mobil bekas, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menggali informasi dari penjual, karena mobil pribadi secara umum akan lebih baik dari bekas taksi atau rental.
Daerah asal mobil juga menentukan kondisi mobil sebelum dilihat, misalnya mobil asal daerah dekat pantai dan banjir akan membuat badan mobil lebih cepat keropos.
"Bawa senter untuk melihat bagian bawah mobil seperti bodi dan chasis. Sebaiknya ngecek mobilnya siang hari, karena akan memudahkan pantau seluruh bagian mobil," kata dia.
Hal yang tak kalah penting yakni pengecekan mesin. Kata dia, bukalah kap mesin dan periksa semua bagian dengan teliti, lalu hidupkan mesin. Bila mesin baik, lampu indikator tekanan oli akan segera mati dan bunyinya terdengar rata.
"Perhatikan juga asap knalpot, bila berwarna biru atau hitam berarti ada yang tidak beres. Lihat saja servis berkala mobil atau kartu ganti oli yang menunjukkan pemilik mobil rutin atau tidak rawat mobilnya," lanjutnya.
Terakhir, cek surat dokumen kendaraan. Ia mengatakan jika harus diperhatikan dan diperiksa apakah seluruhnya adalah asli dan sah (BPKB, STNK, Faktur, dan dokumen lainnya). Tak lupa, pilih diler terpercaya, yang bisa menjamin keabsahan surat-surat tersebut. (ren)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
While there are quite literally dozens and dozens of videos from the event – not to mention the full-day replays (of which only day one is available, at present) – we've sifted through them to pluck away the very best. There's stuff from the official Goodwood YouTube channel, as well as several videos from automakers and other third-party channels, and it's all available below.
2015 Ford Mustang GT350R Looks Barely Controllable
If you thought the highest-performance Ford Mustang would somehow get more tractable or civilized once it moved to an independent rear suspension, this video shows you have nothing to worry about. Watch as an unnamed driver wrestles the new Shelby GT350R and its flat-plane, 5.2-liter V8 up the hillclimb circuit. Even with the new suspension and sticky tires, this Mustang wants to go any direction but straight, especially following its launch.
2016 Ford Focus RS, Is Very Loud, Blue
Ken Block makes his first appearance on our list. Before he steps into his Hoonicorn Mustang, though, the Gymkhana expert tackled the hill in the all-new Focus RS. The vicious bellow of the 2.3-liter, turbocharged four-cylinder is the star of this commentary-free video, although the gorgeous Nitrous Blue paint job is a nice accompaniment, as well.
1965 Ford Mustang Hoonicorn Runs Hill, Nearly Kills Lord March
Mr. Block's two runs behind the wheel of the Hoonicorn were, unsurprisingly, very eventful. While one attempt goes off without a hitch, seeing the American rally driver slip and slide his way to the top of the hill while taking a short break for a donut, the other is slightly more dramatic. Block, along with Lord March in the passenger seat, carries a bit too aggressive an angle into a turn and nearly puts the NASCAR-powered Mustang into the hay bales. Check out the first video above, and the second one below.
Kimi Raikkonen Makes Us Miss F1's V8 Era
The latest Formula One cars have been maligned for the lackluster noise produced by the new 1.6-liter, turbocharged V6. This video of Ferrari driver Kimi Raikkonen piloting the Italian team's 2010 car reminds us why. The 2.4-liter, naturally aspirated V8 is an ear-piercing treat and makes us yearn for the seasons of the early 2010s.
NASCAR Toyota Camry Burns Out, Literally
Burnouts and smoking tires are a big part of the Goodwood Festival of Speed, but rarely do they end up with things actually burning. In the case of this NASCAR-spec Toyota Camry, though, Austrian driver Patrick Friesacher successfully ignites the entire rear undercarriage of his car after a very smoky burnout during the hillclimb. It's quite the scene.
Nissan Juke Nismo RS Breaks Two-Wheel Record
Stunt driving reach new heights at Goodwood, as driver Terry Grant successfully ran the entire hillclimb circuit while driving a Nissan Juke on two wheels. You can check out our full post here.
Aston Martin Vulcan Makes Track Debut
Aston Martin factory driver Darren Turner had the honor of taking the new Vulcan track star up the Goodwood hillclimb, giving us our first look at the production version of the Geneva Motor Show star. The 800-horsepower brute looks stunning and sounds just as impressive as it makes a couple stops for some small burnouts.
Jenson Button Ditches Losing McLaren Honda, Grabs Senna's Winning McLaren Honda
Vintage Formula One cars are one of the big draws at the Festival of Speed, and that's doubly true when the car in question was driven to a championship by one of the sport's icons. For 2015, McLaren Honda driver Jenson Button dipped into both company's history books and drove away in the McLaren Honda MP4/6 in which the late, great Ayrton Senna won the 1991 World Drivers' and Constructors' Championship.
The Beast of Turin Uses A 28.3-Liter Four-Cylinder, Spits Many Flames
Today, land speed records are elaborate efforts that focus on low weight, extreme aerodynamics, and of course, power. Back during the dawn of the automobile, though, it was the last of those three aspects that got the most attention. And it's why in 1911, Fiat built a 28.3-liter four-cylinder with 300 horsepower. The result is the S76, better known as the Beast of Turin. It is grand, and it ran Goodwood.
Porsche Is Track Ready With 911 GT3 RS And Cayman GT4
Porsche didn't mess about at the 2015 Festival of Speed, bringing its two newest track-focused road cars to climb the hill. First, we have the hot version of the hot version of the hot version of the standard 911, with the new GT3 RS. Next up, there's the newest tuned Cayman, the GT4. Both videos feature voiceovers from their drivers, with Evo's Henry Catchpole talking Cayman and Porsche's manager of high performance cars, Andreas Preuninger, talking about the RS.
Renault 5 Maxi Turbo Pirouettes Up The Hill
Sure, cars slip, slide, and drift up the Goodwood hill course all the time, but few make their way up by doing multiple 360-degree spins. Then again, there aren't a lot of cars like this Renault 5 Maxi Turbo. Its driver, France's Jean Ragnotti, raced Renault's monstrous hatchback in its heyday, taking three titles including a Monte Carlo rally win.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Though a number of companies (including Williams and McLaren) were involved in developing the electric components that propelled the series in its inaugural season, the role that Renault played was arguably the most crucial. Next year, however, the series is opening up the regulations to allow for individual powertrain development, a role which Renault will play for the e.dams team that won the teams' championship this past weekend and quite nearly clinched the drivers' title as well.
"We're already thinking about the future of the series," said Renault Sport director Patrice Ratti. "We are determined to come back stronger next season thanks to our expertise in the field of electric vehicles, against new rivals in an open formula." All told, there will be eight suppliers developing their own electric powertrains for next year's championship, including Renault, Citroën's DS division, Venturi, and Mahindra. Andretti Autosport is setting up its own electric propulsion division, while other teams have yet to confirm who'll be developing their powertrains.
Renault's increased involvement in Formula E comes at a time when the future of its Formula One operations have been cast into doubt. The French marque has come under increased scrutiny from its partner Red Bull Racing, with which it won four world championships back to back but has since fallen off form due largely to a lackluster engine package. Reports have predicted that if their performance can't be improved, either Red Bull, Renault, or both could end up pulling out of F1 – and in Renault's case, potentially focusing on Formula E instead.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Dilansir Inautonews, Selasa, 30 Juni 2015, Osamu yang menjabat sebagai presiden Suzuki sejak 1978, telah meletakkan jabatannya sebagai presiden. Pria berusia 85 tahun itu menyerahkan sepenuhnya kepada Toshihiro.
Tugas berat langsung menanti Toshihiro. Pria 56 tahun ini harus mampu menjaga dominasi Suzuki di negara India. Maklum, saat ini Suzuki menjadi merek paling populer di negeri Hindustan itu.
Tak hanya itu, Toshihiro juga harus dihadapkan dengan perselisihan melawan perusahaan otomotif kondang asal Jerman, Volkswagen AG. Dua perusahaan ini tengah konflik setelah kerja sama keduanya berantakan pada 2009. Kini keduanya tengah bertarung di arbitrase.
"Saya sebenarnya ingin menunggu hingga arbitrase dengan VW selesai. Tapi ini telah berlangsung lama dan sangat membingungkan. Jadi saya putuskan tidak lagi menunggu dan mengumumkan pergantian manajemen," kata Osamu Suzuki dalam konferensi pers di Tokyo.
Sebagai catatan, Osamu Suzuki, memangku jabatan sebagai orang tertinggi di Suzuki sejak 1978. Sedangkan Toshihiro sendiri merupakan satu dari empat keluarga dekat Osamu yang kini memangku jabatan paling penting di Suzuki.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Namun, ada beberapa perhatian publik yang saat ini tengah mengemuka, yakni trek lurus, landai, yang membuat banyak pengemudi tertantang untuk menginjak pedal gas lebih dalam. Alhasil, setelah belum lama beroperasi, banyak korban berjatuhan.
Menurut Pebalap Nasional, Rifat Sungkar, ada beberapa hal yang patut diperhatikan saat melintas di Tol Cipali agar tak terbuai dengan jalur 'mulus'-nya.
"Tol Cipali itu hasil penggabungan teknologi modern. Jalanannya seperti disetrika, taruh botol enggak akan jatuh. Saking enaknya, enggak bumpy sama sekali. Tapi, konsekuensinya adalah kalau lari 80 kilometer jadi enggak berasa. Lari 140 km juga enggak berasa di sana, kayak lari 80 km. Ini yang bahaya, karena bisa terlena,” ujar Rifat dalam keterangan tertulisnya, Selasa 30 Juni 2015.
Rifat juga menyarankan, ada baiknya masyarakat yang melewati tol Cipali agar tidak membawa barang berlebihan. Terlebih barang dibawa di atas mobil.
“Semakin tinggi mobil, semakin besar kemungkinan mobil limbung dan terkena angin samping. Satu-satunya untuk mengurangi itu adalah kecepatan harus konsekuen atau 100 kilometer per jam,” ujarnya.
Ia juga menganjurkan agar pemilik kendaraan melakukan pengecekan ban sebelum melakukan perjalanan. Pengisian ban yang ideal, kata dia, bisa dilihat dari stiker sebelah kanan dekat pintu. Namun Rifat menyatakan, tak perlu khawatir jika ban depan dan belakang memiliki ukuran yang berbeda.
Beban yang berat saat mudik kadang membuat masyarakat memilih menaikan shockbreaker. Namun menurut Rifat itu, itu merupakan cara salah dan berisiko tinggi.
“Shockbreaker itu jangan dinaik-naikkan. Impact-nya terlalu parah, karena tidak bisa handling dengan baik. Bisa jadi itu hanya akan menjadikan Anda korban di jalur tol,” ungkapnya.
Bensin jangan kosong
Hal lain yang patut diperhatikan saat melintas ruas Tol Cipali adalah kondisi bahan bakar kendaraan yang jangan dibiarkan kosong atau pas-pasan. Sebab, meski ada titik rest area di sana, namun hanya baru tersedia satu titik, yakni di kilometer 102 menuju Palimanan.
“Hal yang paling mengganggu jika bensin setengah kurang di perjalanan. Kenapa? bukan masalah mogoknya, tapi mental, deg-degan. Kita tidak tahu kondisi di depan. Kalau Tol Cipali ada tabrakan, lalu macet tiga-empat jam lalu habis bensin, mau bagaimana,” kata dia.
Tol Cipali yang memiliki jalan yang panjang juga sangat berisiko bagi para pengendara. Agar tak mengantuk, dan membuat suasana nyaman, Rifat menyarankan agar menyalakan musik dengan lagu yang dianjurkan.
“Walau Anda suka banget lagu slow, itu tidak rekomen. Sebab lagu slow bisa bikin ngantuk, terlebih jalanan mulus,” kata Rifat.
"Satu hal lagi, di Tol Cipali, pengendara wajib waspada karena masih banyak binatang yang menyebrang. Selain itu, kedua ruas tol tersebut masih minim pembatas atau garis dengan tekstur bergelombang," ujar dia. (ren)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Selasa, 30 Juni 2015 14:43 WIB
PT.Suzuki Indomobil Sales (PT.SIS)
Penulis : Arseen
Foto : Istimewa
Adhi Chandra, Andreas Gunawan dan Dedi Kurniwan Pembalap Suzuki Berlatih Jelang Balap SAC Di Jepang, merasa beruntung diberikan kesempatan PT.Suzuki Indomobil Sales (PT.SIS) untuk berlatih mempersiapkan skill dan mental.
"Secara garis besar Pembalap Suzuki Berlatih Jelang Balap SAC Di Jepang sangat memuaskan. Setelah mendapatkan bimbingan dari eks pembalap senior Suzuki, seluruh pembalap makin mantap dalam membaca peluang di lintasan." bilang Robert satrio Marketing 2W PT.SIS
Setiap jeda sesi latihan, pembalap mendapat penilaian dan mentoring dari Tommy Ernawan, pembalap Senior Suzuki. Yang berbagi ilmu menaklukan tikungan, kerjasama tim hingga motivasi mental.
"Kami sangat senang sekali Pembalap Suzuki Berlatih Jelang Balap SAC Di Jepang. Semoga hasil latihan kali ini bisa memberikan banyak pengaruh terhadap kualitas balap kami di Jepang, Suzuka nanti." beber Adhi Chandra (http://ift.tt/1pqgDTh)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Dilansir Caradvice, Selasa 30 Juni 2015, sesuai dengan namanya yang disematkan, Gran Turismo Omologato (GTO), mobil ini memang punya spesifikasi sebagai syarat untuk mengikuti kejuaraan balap resmi.
Kabarnya, mobil ini akan segera diluncurkan pabrikan mobil mewah asal Italia itu dalam waktu dekat ini. Terlebih, saat ini telah beredar penampakan wajah dari Ferrari F12 GTO di dunia maya.
Gambar Ferrari F12 GTO pertama kali ditampilkan Auto Gespot, sebuah website asal Belanda. Dari tampilannya, memang tampak mirip dengan Ferrari F12 Berlinetta. Namun ada beberapa perbedaan mencolok.
Dari gambar yang beredar, perbedaan paling jelas terlihat pada tampilan muka terutama pada bagian moncong dan grillnya. Selain tampilan depan, paket aero juga terlihat berbeda.
Perbedaan mencolok lainnya terletak pada sistem ventilasi yang pada bagian samping depan dan belakang. Namun perombakan paling jelas terlihat pada bagian belakang mobil.
Rencananya, mobil Ferrari F12 GTO ini akan melakoni debut di ajang Frankfurt Motor Show pada pertengahan September mendatang. Kabarnya, mobil ini akan ditanami mesin 6.3-litre V12 yang dapat menyemburkan tenaga sebesar 600kW. Mobil ini kabarnya juga akan diproduksi untuk varian hybrid.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Selasa, 30 Juni 2015 13:31 WIB
Mudik Lebaran 2015
Penulis : Niko
Foto : jateng.metrotvnews.com
Biker yang mau jalan jauh untuk pulang kampung harus sadar alias ngeh sama titik rawan kecelakaan. Supaya tetap sehat walafiat sampai kampung halaman, perhatikan lokasi kecelakaan. Nah, enaknya tahun ini titik rawan kecelakaan di jalur mudik 2015 dikasih tanda.
Titik rawan kecelakaan di jalur mudik 2015 dikasih tanda akan di kawasan Pantai Utara. Jalur pantura jadi trek yang favorit dilalui biker yang mau lebaran di kampung halaman. Titik rawan kecelakaan di jalur mudik 2015 dikasih tanda dari pihak kepolisian.
Beberapa poin tempat beresiko tabrakan di kawasan Pantura seperti Pantura Losari KM 201, Pantura Tengguli KM 198, Pantura Tanjung KM 197, Pantura Pejagan KM 194, Pantura Cimohong KM 191, dan Pantura Bulakamba KM 187. Selain jalur Pantura wilayah barat, titik rawan kecelakaan ada di jalur tengah dan selatan. Di jalur tengah ada dua black spot yakni ruas jalan Ketanggungan dan ruas jalan Kersana-Ketanggungan. Sedangkan di jalur selatan ada di ruas jalan Bumiayu. (http://ift.tt/1pqgDTh)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Dilansir Caranddriver, Selasa 30 Juni 2015, konfirmasi akan munculnya Bugatti Chiron versi hybrid ini datang langsung dari sang chairman VW Group, Martin Winterkorn, dalam sebuah interview dengan tabloid Bild.
Menurut Winterkorn, versi hybrid dari mobil monster ini juga akan ditunjang dengan peningkatan performa. Kabarnya Bugatti Chiron versi hybrid ini akan tetap mengusung mesin W-16 plus empat mesin turbo.
Dengan mesin ini, mobil super cepat ini ditaksir dapat menyemburkan tenaga sebesar 1.200 hp dengan torsi maksimal mencapai 1.500 Nm.
Nah, dengan rencana ini maka Varian Bugatti Chiron ini akan bergabung dengan beberapa hypercar kondang yang juga telah hadir dengan versi hybrid macam Porsche 918 Spyder, Ferrari LaFerrari, dan McLaren P1.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Selasa, 30 Juni 2015 12:24 WIB
Kawasaki Z250 2015 (Jogjakarta)
Penulis : Andika
Foto : Andika
Siswo Winoto dari rumah modifikasi Win’s Paddock (WP) Purwokerto bikin kreasi baru. Lajang mesra disapa Wiwin ini meramu tampilan dari jenis mesin berkarakter sport jadi Cafe Racer (CR). Temanya merujuk konsep CR yang singset, namun bermesin segar. Jadi deh Kawasaki Z250 neo cafe racer alias Cafe Racer Modern.
Kawasaki Z250 neo cafe racer mengorbankan unit gress Kawasaki Z250 yang diboyong dari dealer langsung ke bengkel WP.
“Saya sengaja pakai Z250, apalagi temanya CR yang minim bodi. Jika pakai bahan Ninja 250 sayang, harganya juga terpaut Rp 10 juta. Daripada fairing dibuang, lebih baik beli Z250. Untuk konsep modifikasinya simpel, namun tenaga tetap besar,” celoteh Kurnia Budy asal kota Gudeg, Jogjakarta pemilik motor yang juragan peternakan ayam ini.
SASIS
Rombakan sasis baru sesuai dengan konsep Kawasaki Z250 neo cafe racer. Caranya konstruksi sasis diubah ulang dari bentuk awal main frame menjulur ke belakang dimajuin kedepan. Langkah ini agar secara visual tampilan lebih padat. Sebab, beberapa komponen dibuat simpel. Misalnya saja peranti kelistrikan, diumpetin di dalam cover karbu gaya H-D Sportser dibagian kiri silinder mesin. Termasuk filter udara, comot produk variasi K&N agar mudah maintenance. Material sasis main frame ini memakai bahan serupa sasis bawaan pabrik, termasuk sistem pengelasannya.
SUB FRAME
Olahan sub frame belakang memakai pipa 22,5 mm. Konstruksinya dibuat sederhana dengan mekanisme knock down memakai ikatan baut L ukuran 12 mm. Jadi, sub frame bisa dicopot saat dibutuhkan. “Untuk dudukan sub frame dibagian bawah tangki juga pakai baut L 12 mm, memudahkan untuk ganti konsep bodi dilain waktu,” yakin modifikator yang punya workshop di Jl. Sunan Ampel No. 11, Pabuaran, Purwokerto, Jawa Tengah ini.
BODI
Gaya CR ini dipadukan dengan kentalnya nuansa klasik lewat bentuk tangki dan bodi belakang. Material menggunakan bahan fiberglass 4 lapis. Namun, beberapa komponen seperti sepatbor depan-belakang, cover radiator dan cover karbu gaya H-D disebelah mesin memakai material carbon asli. Wiwin memang sedang mengembangkan bodi dengan bahan enteng dan stylish ini. Namun harganya enggak enteng bro! Wkwkwkwk!
KAKI-KAKI
Mengimbangi tampilan bodi yang gagah, Wiwin masih pakai ajrutan depan bawaan pabrik. Nuansa old school tersirat dari bentuk teleskopik yang besar, sebagai penyeimbang aroma lawas dipadukan dengan karet sokbreker depan gaya klasik. Nah, untuk buritan dibuat kekar dengan lengan ayun aftermarket Delkevic. Termasuk pelek depan-belakang dari brand serupa. (http://ift.tt/1pqgDTh)
DATA MODIFIKASI:
Ban depan : Michelin 120/60-17
Ban belakang : Michelin 180/50-17
Pelek : Delkevic
Sok belakang : Kayaba
Knalpot : Yoshimura
Setang : Original
Swing arm : Delkevic
WP : 0815-4888-6755
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Selasa, 30 Juni 2015 12:00 WIB
MotoGP
Penulis : Niko
Foto : www.gpone.com
Banyak penggemar MotoGP tahu kalau hubungan Casey Stoner saat masih balap dengan Valentino Rossi kurang bagus. Kedua rider kelas para raja ini punya persaingan yang panas di sirkuit. Tapi, Casey Stoner kagum dengan Valentino Rossi musim ini.
“Setelah melihat balapan di Assen (27/6) jujur saja Valentino membuktikan kalau dia pembalap yang terbaik di Assen. Hampir seluruh lap dia ada di depan. Tahun ini dia sangat kuat,” kata Casey saat turun meramaikan Goodwood Festival of Speed di Inggris.
Memang, pertarungan di sirkuit antara The Doctor dan Casey hot banget. MotoGP Laguna Seca 2008 yang dimenangkan Rossi lewat aksi manuver di tikungan 8-8A menyodok Stoner. Musim 2011 di lintasan Jerez Rossi dengan Ducati GP11 sliding dan mendorong Stoner sampai jatuh. (http://ift.tt/1pqgDTh)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Selasa, 30 Juni 2015 11:12 WIB
Yamaha Youth Community
Penulis : Niko
Foto : YIMM
Yamaha Youth Community (Y2C) telah mengadakan aktivitas outdoor buka puasa bersama terkait charity online campaign, di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta (27-28/6). Juli akan menyambangi Makassar. Inilah kegiatan amal ramadhan Yamaha Youth Community.
Charity online campaign Y2C kegiatan sosial Ramadhan tahun ini. Kegiatan amal ramadhan Yamaha Youth Community ajak masyarakat untuk memberikan support berupa like atau love image campaign itu yang di posting Yamaha atau siapapun yang memiliki akun social media di Twitter, Facebook, Path, Instagram. Satu like atau love berharga Rp 500, yang selanjutnya donasi uang tunai itu diberikan kepada panti asuhan.
”Hingga pekan ini sudah hampir 10 ribu likes dan love di social media yang didapatkan untuk charity online champaign Y2C. Donasi telah diberikan kepada panti asuhan saat buka puasa bersama di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Spesial di Yogyakarta kami mengundang BNN (Badan Narkotika Nasional) bertepatan dengan hari anti narkoba sedunia, dan kami membagikan stiker dan pin anti narkoba, bunga dan tajil kepada masyarakat umum,” papar Mohammad Masykur, Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.
Anak-anak panti asuhan pun diajak ke tempat-tempat yang menyenangkan seperti permainan anak di Yogyakarta, Kebun Binatang Ragunan Jakarta, dan naik bus Bandros Bandung.
Sejumlah artis muda juga memberikan dukungan untuk charity online champaign Y2C seperti Brandon Salim dan band musik HiVi. Mereka mem-posting foto yang tengah memegang kertas bertuliskan We Support Charity Online Champaign Y2C. Selanjutnya buka puasa bersama dan penampilan member Y2C akan berlanjut di Makassar di bulan Juli. (http://ift.tt/1pqgDTh)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Selasa, 30 Juni 2015 08:35 WIB
27 Conk Frame & Speed
Penulis : Candra
Foto : Candra
Kelas campuran 155 cc di kejurnas Motorcross maupun grastrack, memang lagi banyak peminatnya. Bagi yang ingin punya pacuan garuk tanah dengan basis Kawasaki Ninja 150R, boleh tuh datangi 27 Conk Frame & Speed. 27 Conk Frame & Speed spesialis rangka trail yang kuat digeber di medan off-road. Soalnya, mereka lihai memainkan pipa besi untuk bikin rangka baru pada Ninja 150R.
“Enaknya pakai motor 2-tak ini, bisa lebih minim pengeluaran untuk mesin. Tapi, rangkanya harus diubah alias diperkuat, supaya bisa melahap table top,” bilang Acong Jefry, pemilik bengkel yang ada di kawasan desa Deyeng Kediri, Jawa Timur ini.
27 Conk Frame & Speed spesialis rangka trail mengandalkan pipa besi setebal 5 mm, dipakai khusus buat menggantikan sub frame saja. Sedangkan main frame masih mengandalkan bawaan pabrik yang sudah terjamin kekuatannya. “Untuk pembuatan frame Ninja 150R, biayanya sekitar Rp 5 jutaan. Itu belum termasuk bodi, kaki-kaki dan mesin bila ingin diganti atau dioprek juga,” terangnya lagi.
Beda urusan untuk bagian bodi dan kaki-kaki di 27 Conk Frame & Speed spesialis rangka trail, Acong mempercayakannya pada Samsul Huda, pembalap asal Jawa Timur. Kebanyakan yang sering dipakai adalah bodi dan kaki-kaki set milik Honda CRF 250, yang memang lagi laris di pasaran. "Setidaknya butuh Rp 35 jutaan kalau ingin terima beres. Meliputi rangka, kaki-kaki dan bodi. Untuk mesin, beda lagi budgetnya,” terang Samsul.
Pengerjaan rangka berikut bodi dan kaki-kaki, Acong dan Samsul kasih ancer-ancer memakan waktu sekitar sekitar 1 bulanan. Bila ingin sekalian mesin sendiri yang meliputi korek silinder blok, pengapian, knalpot dan karburator, “Pengerjaannya sekitar 2 mingguan. Biaya oprek mesin Rp 15 jutaan. Itu sudah termasuk part racing,” tambah Samsul.
Bahkan kalau mau engine swap pakai mesin CRF250, KTM, Husqvarna, Suzuki RMZ, ada juga. Tapi, biayanya lain lagi ya!
27 Conk Frame & Speed
Desa Deyeng No. 27, Ringin Rejo Kediri, Jawa Timur
Telp : 0812-3442671 /Pin BB. 268D2C3B
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Selasa, 30 Juni 2015 06:25 WIB
Harley-Davidson
Penulis : Nurul
Foto : http://ift.tt/18XfPgW
Jimmy Goode, punggawa bengkel The Kustom Kommune yang bermarkas di Australia modif Harley bergaya flat track. Arah modifikasi flat track memang sedang trend belakangan ini. Bahkan, pabrikan Ducati menghidupkan kembali produk buatannya yang dikenal dengan nama Ducati Scrambler. Mungkin Jimmy bikin motornya ini buat saingi Ducati Scrambler yang lagi hot.
Motor ini ambil basis dari Harley-Davidson Street 750. bentuknya dirombak total, cuma bagian rangka utama dan mesin saja yang tersisa dari motor bikinan Amerika ini. Modif Harley bergaya flat track ini juga terlihat spesial. Proses pengerjaannya dibuat rapih dan tampak sporty. Tengok sok bagian depan, dipasangkan model upside down supaya enggak kedodoran dengan mesin gambot yang dipasang.
Untuk bagian tangki, Jimmy Goode enggak mau repot bikin sendiri. Pengerjaan diserahkan pada VM Production yang bermarkas di Jepang. Hasilnya juga enggak mengecewakan. Meski berdimensi mungil, enggak kelihatan terbanting dengan mesin H-D Street 750 yang besar.
Modif Harley bergaya flat track ini memakan waktu pengerjaan hingga lima minggu. Dimana tiga malam dalam seminggu digunakan sebagai waktu lembur buat garap motor ini. Makanya, hasilnya juga spektakuler. Ada yang mau ikutin gaya flat track ini? (http://ift.tt/1pqgDTh)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Selasa, 30 Juni 2015 05:40 WIB
Bursa Motor Bekas
Penulis : Fian, Hend
Foto : Yudi
EM-Plus berani bilang mengapa saat ini (awal Ramadhan) adalah saat yang tepat bagi sobat berburu motor untuk mudik. Pasalnya harga motor bekas masih normal jelang lebaran alias belum terlalu ada fluktuasi harga.
“Menjelang puasa, harga pasaran motor masih cukup stabil, belum terpengaruh kenaikan harga lainnya,” tukas Shinta Risandi dari Jaya Motor, Kaliabang, Bekasi Utara.
Nah harga motor bekas masih normal jelang lebaran adalah momen yang paling pas untuk berburu motor buat lebaran. Tentu saja pilihannya bebas, sesuai dengan kantong sobat. Hanya, yang EM-Plus sarankan adalah skubek entery level dan sport middle up. Omong-omong berapa ya kisaran harganya? (http://ift.tt/1pqgDTh)
Harga
Honda BeAT FI 2013 Rp 9,5 Juta
Honda BeAT FI 2014 Rp 9,8 Juta
Honda Vario 110 FI 2014 Rp 11 Juta
Yamaha Mio J 2012 Rp 7,6 Juta
Yamaha Mio J Teen 2013 Rp 8 Juta
Yamaha Mio GT 2014 Rp 8,5 Juta
Yamaha Mio Soul GT 2014 Rp 10,5 Juta
Suzuki Nex 2012 Rp 5,2 juta
Suzuki Nex FI 2013 Rp 7,1 juta
Suzuki Nex FI 2014 Rp 8,2 juta
Honda Verza 150 2013 Rp 12 Juta
Honda Verza 150 2013 Rp 11,7 Juta
Honda CB150R 2013 Rp 17,1 Juta
Honda CB150R 2014 Rp 18 Juta
Yamaha New V-ixion Lightning 2013 Rp 17,5 Juta
Yamaha New V-ixion Lightning 2014 Rp 20 Juta
Yamaha Byson 2013 Rp 18,5 juta
Yamaha Byson 2014 Rp 20,2 juta
NB: Harga didapatkan dari pedagang motor bekas, situs jual beli online, maupun perorangan di Jakarta dan Bekasi. Harga merupakan harga penawaran dan bersifat tidak mengikat serta sangat tergantung kondisi aktual motor.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
"I know that the expectation for us to return to Le Mans is high. I can imagine a day when Mazda returns," Nobuhiro Yamamoto told Top Gear at the Goodwood Festival of Speed this past weekend. "I hope - as with many other Mazda fans - that we go back to Le Mans." His words hardly serve as confirmation of the Zoom-Zoom brand's intentions, but they certainly speak rather loudly to a desire within its ranks.
They hardly come out of left field, either. Yamamoto-san is arguably the man best positioned to spearhead such a campaign – or would at least be best informed if such a campaign were underway. He's currently the program manager for the MX-5, and decades ago was the racing engineer behind the 787B. That Group C prototype racer represented Mazda's last major effort at taking top honors at Le Mans, and take them it did when it won the race outright in 1991.
The Japanese automaker was out in force this past weekend at Goodwood, the event's central sculpture honoring Mazda's racing history, and its presence only fueling rumors that it could be preparing a renewed assault on endurance racing – potentially once again under rotary power. The 787B, motorsport history buffs will tell you, represented the first and last time to date that a Japanese manufacturer won the 24 Hours of Le Mans. Although Toyota has been competing with Audi and Porsche at the front of the field with the TS040 Hybrid, it has yet to win the key race, despite having taken the FIA World Endurance Championship last year.
"Everyone at Mazda would love to see the only Japanese company to ever win the 24 Hours of Le Mans return to the famed twice-around-the-clock classic," a spokesman for Mazda's North American motorsports department told Autoblog by correspondence. "Whether that'll actually happen isn't something we can discuss at this time, but, given our historical and current involvement in motorsports, our interest in the event should be no surprise to anyone. We agree with Yamamoto-san when he says he hopes it happens."
So while Mazda may not be ready to confirm the prospect of its return to Le Mans, it certainly isn't ruling it out, either. In the meantime it will continue running the Skyactiv Prototype in the United SportsCar Championship on this side of the Atlantic - although it could switch away from the diesel engine it's been running until now: "As of today, the decision has not been made regarding what engine (or combination thereof) we will be racing at the next Tudor event," we were told. For our part, and evidently those of many within and without of Mazda's own ranks, we hope a Wankel engine and a return to the Circuit de la Sarthe are in the cards for the near future.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Copyright © 2012 Mereka Sadar. All rights reserved.
Super SEO created by Kang Ismet | Responsive by Ahmad Suyadi Distributed by Kaizentemplate.