Beda Antara CDI Dan ECU Pada Sistem Pengapian Mesin Sepeda Motor
Sistem Pengapian, OX. Pada sistem kerja mesin, proses pembakaran terjadi akibat gas bakar (campuran bensin + udara) dipercikan api busi di dalam ruang bakar hingga ledakannya menghasilkan sebuah tenaga. Namun agar percikan api busi sesuai dengan kebutuhan putaran mesin, timingnya diatur komponen elektrikal yang ada pada tiap kendaraan. Seperti CDI pada kendaraan yang menggunakan karburator dan ECU untuk kendaraan dengan teknologi injeksi.
Meskipun penampakan secara fisik hampir sama, namun dari fungsi dan cara kerja kedua alat ini sangat berbeda. Dimana CDI (Capacitor Discharge Ignition) bekerja dengan memanfaatkan energi atau arus listrik yang tersimpan dalam kapasitor. Lalu tegangan yang dihasilkan disalurkan kepada koil untuk diteruskan ke busi saat 5 derajat sebelum waktu pengapian.
“Dari fungsi dan cara kerjanya, antara CDI dan ECU sangatlah berbeda. Dimana CDI bekarja hanya berdasarkan timing pengapian untuk mematik-kan api pada busi saat pembakaran. Sedangkan ECU bekerja sebagai alat diagnosis dalam proses pembakaran, berdasarkan sensor-sensor pendukung yang ada pada kendaraan,” jelas M. Abidin selaku GM Service and Motorsport Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.
Dengan batuan sensor-sensor tersebut, ECU bekerja lebih kompleks. Dimana ECU mengatur sistim pembakaran mulai dari banyaknya bahan bakar serta udara yang diperlukan, kapan waktunya terjadi percikan api pada busi, "serta mengevaluasi apakah hasil pembakaran tersebut sempurna atau tidak sesuai dengan standart setingan yang telah di tentukan”, tambah Abidin.
Itu sebabnya kenapa ECU pada kendaraan sistim injeksi lebih baik, lantaran didukung sensor-sensor sebagai indra keenamnya. (www.otomotifxtra.com)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
via Lala Was Here
0 comments:
Post a Comment